Fintech : Pengertian Leading dan Lagging Indicator di Crypto – Apakabarjabar.com

Pengertian Leading dan Lagging Indicator di Crypto

Pada post Kali ini ApakabarJabar akan membahas artikel yang berjudul “Pengertian Leading dan Lagging Indicator di Crypto”
Selamat membaca dan semoga bermanfaat

Leading dan lagging indicator merupakan indikator yang banyak diterapkan oleh investor untuk mengawasi performa dan meramalkan gerakan harga asset di masa datang. Lantas, apakah itu leading dan lagging indicator di crypto? Baca info selengkapnya dalam artikel berikut!

Pemahaman Leading dan Lagging Indicator di Crypto

Apakah itu Lagging Indicator?

Lagging indicator adalah tanda penting yang berperan untuk mengonfirmasi trend pasar yang terjadi atau sedang terjadi.

Dikutip dari situs IG Markets, lagging indicator sebagai tanda yang sering dipakai oleh trader untuk memverifikasi trend harga asset saat sebelum mereka buka status. Bila trend harga yang berjalan sesuai anggapan yang dibikin, trader semakin lebih optimis saat masuk pasar.

Apakah itu Leading Indicator?

Bersimpangan dengan lagging indicator, leading indicator ialah tanda yang dipakai untuk meramalkan trend atau kejadian yang hendak terjadi di periode kedepan berkenaan performa usaha, keadaan pasar asset, dan peralihan ekonomi. Istilah ini datang dari pengetahuan ekonomi yang disimpulkan sebagai factor terarah saat sebelum keadaan pasar ikuti trend.

Disamping itu, leading indicator sebagai tanda yang sering dipakai investor sebagai tutorial saat membuat taktik investasi buat memperhitungkan keadaan pasar di masa datang.

Tipe-Jenis Lagging dan Leading Indicator

Moving Averages (MA)

Tanda ini didasari pada data bersejarah harga asset. Persilangan di antara garis MA dengan 2 bentang saat yang berlainan menjadi signal pembelian atau pemasaran asset.

Indikator MACD

Pada intinya, MACD didasari pada tiga elemen khusus, yakni dua garis MA dan histogram yang menjadi signal kapan trader harus membuka atau tutup status.

Bollinger Bands

Tanda ini didasari pada rerata gerakan asset dalam kurun waktu tertentu (Moving Average) dan standard deviasi positif atau negatif sebagai tanda-tanda volatilitas. Deviasi besar memberikan indikasi volatilitas yang bertambah, dan deviasi kecil memperlihatkan volatilitas yang turun.

Tipe Leading Indicator

Pada umumnya, ada empat leading indicator yang biasa dipakai oleh beberapa trader dan investor. Baca keterangan selengkapnya berikut ini.

Relative Strength Indeks (RSI)

RSI ialah index momen yang dipakai trader untuk mengenal keadaan overbought atau oversold di pasar. RSI tampilkan signal dari rasio 0 sampai 100. RSI di atas 70 memberikan indikasi keadaan overbought (diagram merah), dan RSI di bawah 30 memiliki arti memperlihatkan keadaan oversold (diagram hijau).

Stochastic Oscillator (OS)

Tanda ini dipakai untuk memperbandingkan tingkat harga penutupan belakangan ini pada harga perdagangan awalnya. Bila osilator memperlihatkan angka lebih dari 80, karena itu pasar dipandang overbought. Kebalikannya, bila nilai OS di bawah 20, karena itu memberikan indikasi keadaan oversold.

Williams %R

William %R adalah tanda yang mempunyai keserupaan dengan Stochastic Oscillator, tapi bentang nilainya negatif, yakni dari 0 sampai -100. Perbedaannya ialah nilai -20 memperlihatkan signal overbought, dan nilai -80 memberikan indikasi keadaan oversold.

On-Balance Volume (OBV)

OBV ialah tanda yang memperlihatkan peningkatan atau pengurangan volume transaksi bisnis. Trader akan memakai data itu untuk menganalisa peluang peningkatan atau pengurangan harga dalam kurun waktu dekat. Dalam prakteknya, OBV kerap dipakai bersama dengan tanda lagging.

Ketidaksamaan Lagging dan Leading Indicator

Leading dan lagging indicator di crypto sama berguna. Bernard Marr, influencer usaha dan kontribusi Forbes mengumpamakan proses memulai usaha atau investasi seperti mengemudikan mobil. Saat sopir menyaksikan apa yang telah ada di depannya lewat kaca depan, tersebut yang disebutkan dengan leading indicator. Kebalikannya, saat sopir menyaksikan kembali jalan yang baru dilalui lewat kaca spion, tersebut lagging indicator.

Simpelnya, leading indicator ialah tanda untuk meramalkan gerakan pasar, dan lagging indicator ialah tanda untuk memverifikasi trend yang terjadi atau sedang berjalan sekarang ini.

Team IG Markets mengutarakan ketidaksamaan lain dari ke-2 tanda itu ialah dalam soal kecepatan reaksinya. Leading indicator bereaksi cepat pada peralihan harga hingga condong memberikan keuntungan untuk trader periode pendek. Di sisi lain, lagging indicator bereaksi lebih lamban pada peralihan harga, tetapi lebih tepat.

 

Itulah pembahasan Apakabarjabar kali ini membahas artikel berjudul “Pengertian Leading dan Lagging Indicator di Crypto” Baca artikel menarik lainnya di Apakabarjabar.com, nantikan update berita lainnya ya. Sampai jumpa di publikasi atau artikel lainnya.

Terimakasih Sudah Berkunjung di Apakabarjabar.Com

Leave a Comment