Info Gadget : Ponsel Low-end dengan Fitur NFC – Apakabarjabar.com

Ponsel Low-end dengan Fitur NFC

Pada post Kali ini ApakabarJabar akan membahas artikel yang berjudul “Ponsel Low-end dengan Fitur NFC”
Selamat membaca dan semoga bermanfaat

Apakabarjabar.com – Di tahun 2017 lalu, HMD Global resmi membawa kembali ponsel Nokia ke Indonesia. Tidak langsung membawa seri smartphone flagship, mereka lebih memilih untuk membawa tiga seri smartphone low-end dan mid-end. Salah satunya yang sudah perkenalkan adalah Nokia 3.

Sama seperti Nokia 2 yang kami review sebelumnya, meski masuk ke segmen low-end, Nokia 3 juga memiliki fitur-fitur yang biasanya ditemukan pada smartphone kelas menengah ke atas atau bahkan flagship.

Well, untuk mengetahuinya sebaiknya Anda ikuti ulasan lengkap dari kami soal smartphone ini lewat review Nokia 3 berikut ini. Check this out!

Desain

Jujur, meski memiliki rupa yang cenderung sederhana, namun sisi desain menurut kami menjadi salah satu keunggulan dari Nokia 3. Ada dua kesan yang kami dapatkan selama beberapa minggu menggunakan Nokia 3 yakni nyaman dan elegan.

Ya, dengan mengusung ukuran yang pas serta body dengan ujung-ujung yang membulat, menjadikan smartphone tersebut begitu pas digenggam menggunakan satu tangan. Tidak seperti Nokia 2, bisa dibilang Nokia 3 juga cenderung dikemas dengan bahan yang jauh lebih ringan. Sehingga kenyamanan saat menggunakannya akan terasa maksimal.

Smartphone ini diperkuat oleh rangka berbahan dasar aluminium dan dibalut oleh body berbahan dasar pilokarbonat atau plastik yang diberi kelir warna putih. Perpeduan tersebut membuat aura elegan seakan keluar dari Nokia 3.

Masih membahas soal kenyamanan saat menggenggam Nokia 3, pada body belakangnya diberikan tekstur doff, sehingga dapat mencegah smartphone terlepas dari tangan penggunanya karena memiliki tekstur yang tidak licin. Tekstur itu pun juga membuat body Nokia 3 tidak cepat kotor akibat sidik jari penggunanya. Namun kami ingatkan, khusus warna putih pada Nokia 3, Anda harus merawatnya dengan baik, karena noda kotor mudah sekali menempel pada body-nya.

Berbeda dengan bagian belakangnya, bagian depan Nokia 3 terkesan shinny atau mengkilap. Itu karena penggunaan panel kaca yang membalut seluruh bagian depannya. Ada keunggulan yang terdapat pada Nokia 3 dibandingkan Nokia 2 yakni adanya tiga tombol navigasi kapasitif yang ditempatkan di bagian bawah smartphone.

Namun meski begitu, entah apa yang dipikirkan HMD karena letak tombol Back ditempatkan di sisi kiri dan Recent Apps di sisi kanan yang tidak mengikuti peletakkan tombol navigasi kapasitif pada merek smartphone lainnya. Sehingga kerap membuat kami salah menekan tombol saat sedang menggunakannya. Tapi tenang, itu bukanlah suatu masalah yang besar kok.

Di tiap sisi Nokia 3 terdapat warna silver yang tak terlalu mengkilap. Setiap ornamen yang terdapat di setiap sisinya seperti speaker dan port micro-USB di bagian bawah, tombol volume dan power di bagian kanan, port kartu SIM dan microSD di kiri, serta jack audio di sisi atas, dikemas dan didesain dengan sangat baik sehingga sesuai dengan konsep sederhana dan elegan dari Nokia 3.

Secara keseluruhan, HMD sukses membuat Nokia tak hanya tampak seperti sebuah smartphone “apa adanya”, tapi juga sebuah smartphone yang memberikan kesan elegan dalam arti kata sebenarnya.

Layar

Nokia 3 mengusung layar berjenis IPS berukuran 5 inch dengan resolusi HD (720 x 1280 piksel). Sama seperti Nokia 2, meski low-end, layar Nokia 3 pun telah dilapisi lapisan pelindung Corning Gorilla Glass. Sehingga penggunanya tak perlu khawatir layar Nokia 3 akan tergores ketika smartphone tersebut dikantongi bersama dengan koin, kunci, dan barang sejenis lainnya.

Bicara soal kualitas layar Nokia 3, jujur hampir tak ada keluhan dan malah layar Nokia 3 berhasil mendapatkan respon positif dari kami. Mengapa? Hal tersebut karena kualitas layar Nokia 3 bisa dibilang cukup baik jika dibandingkan smartphone lain di kelasnya.

Sebagai contoh, kami mencoba menggunakan Nokia 3 disaat kondisi matahari sedang terik-teriknya. Hasilnya, berbagai konten dapat ditampilkan dengan cukup baik. Meski perlu diakui, tampilan layarnya saat di bawah sinar matahari tidak sebaik layar Nokia 2 yang miliki fitur Sunlight Mode.

Begitupun ketika kami menggunakannya di dalam ruangan dengan berbagai kondisi pencahayaan. Berkat fitur Adaptive Brightness, layar Nokia 3 berhasil memanjakan mata kami. Namun perlu diingat, kualitasnya tentu tak akan sesempurna dan sebagus kualitas layar smartphone mind-end ke atas.

Kamera

Nokia 3 dibekali dengan kamera utama beresolusi 8MP aperture f/2.0 yang telah didukung dengan adanya LED Flash. Tidak ada fitur spesial yang terdapat pada kamera Nokia 3, hanya sebatas beberapa fitur standar yang biasanya memang kerap hadir pada sebuah smartphone kelas menengah ke bawah.

Bagaimana kualitas kameranya? Ketika mengambil gambar dengan kondisi cahaya yang mendukung, kamera smartphone ini mampu menghasilkan gambar yang cukup tajam, meski cenderung agak lebih terang dari fakta sebenarnya.

Misalnya saja dua foto di bawah ini yang diambil ketika matahari sedang bersinar cukup terik. Dari kedua foto kita bisa tarik kesimpulan bahwa keduanya memang terlihat cukup tajam namun agak terlalu terang. Sehingga warna-warna yang pada dasarnya terang seperti warna hijau pada tanaman cenderung terlihat agak berlebihan.

Sementara saat memotret di malam hari atau di lingkungan dengan kondisi cahaya yang kurang, kualitas kamera Nokia 3 langsung seperti berputar 180 derajat. Gambar yang diambil kualitasnya menurun karena terlalu banyak noise yang mengganggu. Begitupun ketika kami menggunakan LED Flash, noise malah akan terlihat lebih banyak dari sebelumnya.

Sehingga kami simpulkan untuk kamera belakang, sebaiknya ambil gambar disaat kondisi cahaya mendukung, karena gambar akan terlihat cukup tajam dan cukup baik untuk sebuah kamera dari smartphone kelas low-end.

Setali tiga uang dengan kamera belakang, kamera depan Nokia 3 yang juga beresolusi 8MP itu pun menghasilkan foto yang hanya jago disaat kondisi cahaya mencukupi saja. Sementara ketika mengambil gambar di malam hari atau disaat cahaya tidak mendukung, kamera ini lagi-lagi menghasilkan gambar yang memiliki banyak noise yang mengganggu sekaligus menurunkan kualitas dari gambar.

Terlihat pada dua foto selfie di atas yang seakan memperlihatkan dua foto dengan dua sifat yang berbeda. Pada foto yang diambil di siang hari, hasilnya cukup baik untuk sebuah smartphone low-end, namun sayangnya hasilnya terlihat agak lebih terang. Sedangkan pada foto yang diambil pada malam hari, banyaknya noise pada foto akhirnya membuat kualitas foto turun.

Berikut hasil foto yang kami ambil menggunakan kamera Nokia 3:

Kinerja

Nokia 3 ditenagai spesifikasi yang biasa saja, secara ini merupakan smartphone low-end yang mungkin ditujukan bagi pengguna feature phone yang ingin menggunakan smartphone Android untuk pertama kalinya.

Nokia 3 dibekali prosesor quad-core 1.4GHz dengan chipset MediaTek MT6737, GPU Mali T720 MP1, RAM 2GB, ROM 16GB, baterai berkapasitas 2,630 mAh dan telah berjalan di atas Android 7.1.1 Nougat murni yang segera akan mendapatkan pembaruan ke Android 8.0 Oreo.

Yang menarik, pada Nokia 3 ternyata terdapat fitur NFC yang biasanya hanya ditemui pada beberapa smartphone kelas menengah ke atas atau bahkan flagship. Cukup mengejutkan juga menurut kami soal penyematan fitur NFC di dalam Nokia 3.

Mungkin HMD menginginkan para penggunanya untuk bersiap menghadapi dunia pembayaran digital yang sekarang masuki ranah smartphone apalagi yang telah memiliki teknologi NFC. Namun sayang, di Indonesia sendiri NFC masih belum terlalu di-explore secara lebih jauh, sehingga teknologi ini sebatas hanya bisa memeriksa saldo kartu e-money saja.

Sekarang soal kinerjanya, jika saat menggenggam Nokia 3 rasa nyaman kami dapati. Namun sayang, saat benar-benar menggunakannya, rasa nyaman tersebut kurang kami dapatkan.

Itu terjadi karena ketika kami menjalankan aplikasi seperti Google Chrome, Instagram, Spotify, Facebook, dan lainnya, Nokia 3 terlihat kewalahan menjalankan aplikasi-aplikasi tersebut. Namun untungnya meski terkesan nge-lag, perpindahan antar aplikasi masih terbilang lancar-lancar saja.

Melihat itu, kami pun membuka pengaturan Memory pada bagian Settings. Dalam penggunaan sehari, ternyata dari RAM 1.9GB yang terdapat pada Nokia 3, semua aplikasi termasuk sistem telah menggerus 73% RAM yang ada atau sekitar 1.4GB. Konsumsi terbanyak ditempati oleh sistem operasi Android yang habiskan sekitar 844MB memori.

Masih tak puas, akhirnya kami pun membuka aplikasi benchmarking AnTuTu Benchmark untuk melihat kemampuan Nokia 3 dalam angka. Hasilnya, smartphone ini sukses mencatatkan nilai sebesar 34.630 poin. Jika dibandingkan dengan smartphone lainnya yang gunakan chipset yang sama, seperti Evercoss Winner Y Star dan Moto C Plus, Nokia 3 berhasil meninggalkan jauh dua smartphone tersebut.

Karena keduanya masing-masing mencatatkan skor 24.961 untuk Winner Y Star dan 27.795 untuk Moto C Plus. Meski begitu, hasil ini terbilang wajar, secara clock-speed dua smartphone tadi terbilang “lebih pelan” dibandingkan Nokia 3.

Bagaimana dengan bermain game? Kami mencoba game mainstream seperti Mobile Legend, Subway Surfer, dan Zombie Tsunami untuk menguji kemampuan Nokia 3. Hasilnya, smartphone ini masih cukup lancar untuk menjalankan ketiga game tersebut. Yang menarik, tidak terlalu terasa hawa panas yang biasanya mengganggu pengalaman bermain, sehingga Nokia 3 pun bisa dikatakan dapat memanjakan penggunanya yang ingin sekedar bermain game ringan atau sedang.

Sekarang kita bahas soal baterainya yang hanya berkapasitas 2,630 mAh saja. Untuk mengetahui kemampuan dari baterai, akhirnya kami pun menggunakan Nokia 3 hampir seharian penuh. Akhirnya, terungkap bahwa baterai penuh (100%) Nokia 3 bisa bertahan hingga 9 jam dengan screen on-time mencapai 6 jam 32 detik. Itupun baterai masih tersisa 17% yang diramalkan bakal habis dalam jangka waktu 1 jam 5 menit lagi.

Sementara ketika menggunakan aplikasi PCMark, baterai Nokia 3 hanya dapat bertahan hingga 5 jam 59 menit saja. Cukup baik untuk sebuah smartphone yang punya kapasitas baterai sebesar itu. Sehingga kami pun merasa Nokia 3 mampu mendukung dan menemani segala aktivitas ringan ataupun sedang dari penggunanya seharian, asalkan mungkin mereka membawa powerbank atau charger untuk berjaga-jaga.

Kesimpulan

Saat ini, ketika seorang pengguna melihat sisi harga sebagai salah satu pertimbangan sebelum membeli smartphone impian mereka, kami rasa dengan harga mencapai Rp 1,8 jutaan, Nokia 3 memang terlalu mahal untuk sebuah smartphone kelas low-end.

Tapi meski harganya agak sedikit mahal, tapi smartphone ini menawarkan kenyamanan saat digunakan. Kemudian terdapat juga fitur NFC, kualitas layar yang cukup mumpuni dan build quality yang patut diberikan pujian.

Well, Nokia 3 memanglah bukan smartphone low-end yang terbaik. Namun setidaknya smartphone ini memberikan beberapa kelebihan yang ditawarkan ponsel kelas menengah, yang mungkin bisa jadi pertimbangan Anda sebelum membelinya. (FHP)

 

Itulah pembahasan Apakabarjabar kali ini membahas artikel berjudul “Ponsel Low-end dengan Fitur NFC” Baca artikel menarik lainnya di Apakabarjabar.com, nantikan update berita lainnya ya. Sampai jumpa di publikasi atau artikel lainnya.

Terimakasih Sudah Berkunjung di Apakabarjabar.Com

Leave a Comment