Fintech : Berbeda, Saham Vs Crypto Manakah yang Lebih Cuan ? – Apakabarjabar.com

Berbeda, Saham Vs Crypto Manakah yang Lebih Cuan ?

Pada post Kali ini ApakabarJabar akan membahas artikel yang berjudul “Berbeda, Saham Vs Crypto Manakah yang Lebih Cuan ?”
Selamat membaca dan semoga bermanfaat

Ada dua instrument investasi yang akhir-akhir ini makin kerap dibicarakan di sosial media. Dua instrument investasi itu ialah saham dan cryptocurrency atau yang lebih dekat disebutkan crypto saja.

Karena sedang ngetren, banyak investor retail baru yang bersama-sama beli salah satunya ke-2 asset ini. Walau sebenarnya baik saham atau crypto ialah dua instrument investasi yang beresiko tinggi hingga perlu analitis yang ideal untuk tentukan keputusan membeli.

Maka dari itu, saat sebelum beli salah satunya antara ke-2 nya, Anda harus memahami lebih dulu apakah itu saham dan crypto dan apakah bedanya antara ke-2 nya berikut:

Apakah itu Saham?

Saham ialah surat bernilai sebagai bukti pemilikan seorang pada modal dalam suatu perusahaan. Dahulu, saham diperjualbelikan berbentuk kertas sertifikat tetapi bersamaan dengan perubahan tehnologi, sekarang data jual-beli saham dapat dijangkau lewat smartphone, web atau desktop tanpa bikin sertifikat.

Seorang investor dapat memperoleh keuntungan dari investasi saham dengan 2 langkah yakni dengan capital gain (beda di antara harga membeli dan nilai jual saham), dan dividen atau beberapa keuntungan operasi perusahaan yang dibagi untuk investor.

Untuk beli saham, seorang investor harus buka rekening saham dan rekening dana pelanggan di perusahaan sekuritas lebih dulu. Sekarang ini, perusahaan sekuritas dalam jumlah transaksi bisnis saham paling besar di Indonesia ialah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dan jumlah nilai transaksi bisnis perdagangan saham di Bursa Dampak Indonesia di tahun 2021 ialah sejumlah Rp. 6.605.864.794.946.190 (6 ribu triliun rupiah).

Apakah itu Crypto?

Cryptocurrency atau crypto ialah mata uang digital yang pertama kalinya di-launching oleh anonymous Satoshi Nakamoto di tahun 2009. Berlainan dengan tipe mata uang yang lain seperti dolar, rupiah atau euro, mata uang crypto murni digital dan membuat perlindungan keamanan transaksi bisnisnya, tiap kegiatan jual-beli cryptocurrency diatasi dengan mekanisme cryptography (blockchain).

Cryptocurrency dibuat untuk hapus batas dan kekurangan yang sejauh ini ada di mata uang fiat (dolar, rupiah, euro dan lain-lain). Batas dan kekurangan itu seperti, pemakaian yang terbatas pada transaksi bisnis di negara tertentu, permasalahan sampah kertas dan coin dan inefisiensi pengangkutan ke luar negeri.

Berdasar data yang diperlihatkan oleh Statista, jumlah transaksi bisnis mata uang crypto mulai melejit di tahun 2017. /tahun 2021, nilai pasar cryptocurrency capai 4,9 miliar USD dan diprediksi akan naik jadi 67,4 miliar USD di tahun 2026 (Globe News Wire).

Sekarang ini telah ada 9941 koin dan token crypto yang tercatat di Koin Pasar Cap. Antara jumlah itu, Bitcoin masih jadi mata uang crypto dengan nilai kapitalisasi pasar paling besar dengan capai 758.155.126.655 USD dan dalam jumlah transaksi bisnis dekati 10.000.000 kali setiap harinya.

Berikut yang Termasuk Perbedaan Saham Dan Crypto

1. Instrument yang di perjual belikan

Harus diingat jika saham ialah surat bernilai yang dapat dijualbelikan dan crypto ialah mata uang yang dapat diperjualbelikan. Walau menurut Undang-Undang Nomor 40 tahun 2007 dapat menjadi object gadai, saham tidak menjadi alat pembayaran.

Maknanya, Anda dapat memakai pemilikan saham Anda untuk ajukan utang bank, tapi saham itu harus dipasarkan dan dirupiahkan lebih dulu saat sebelum dipakai untuk beli beberapa barang keperluan setiap hari.

Di lain sisi sebagai mata uang digital, koin dan token crypto di sejumlah negara menjadi alat pembayaran yang syah. Maknanya, Anda dapat beli beras atau rumah dengan memakai bitcoin yang Anda punyai sepanjang Anda tinggal di negara itu. Di Indonesia sendiri, cryptocurrency masih diberlakukan semestinya saham yakni dapat dijualbelikan tetapi tidak bisa saja alat pembayaran terutamanya untuk beberapa hal di dunia riil.

2. Regulator

Saham dan instrument pasar modal yang lain diatur oleh Bursa Dampak Indonesia (BEI/IDX) dan dipantau oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Adapun mata uang crypto dan tipe asset crypto yang lain masuk ke pasar perdagangan komoditas berjangka yang dalam masalah ini dipantau oleh Tubuh Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI).

Ini memiliki arti, perusahaan trading crypto harus mempunyai lisensi dari BAPPEBTI saja. Akan tetapi, ada potongan-irisan tertentu yang membuat suatu perusahaan harus mempunyai lisensi BAPPEBTI dan OJK sekalian.

3. Faktor fundamental yang menjadi dasar

Faktor esensial yang memicu saham ialah keadaan keuangan sebuah perusahaan dan gagasan keuangan perusahaan itu nantinya. Faktor esensial ini mainkan peranan penting dalam saham karena jika sebuah perusahaan tidak untung, asset yang tercantum dalam neraca keuangan lah yang dibagi ke investor dan kreditor.

Faktor esensial mempunyai peranan dalam perdagangan asset crypto. Namun berlainan dengan saham, trader condong kurang mempunyai akses yang cukup pada keuangan perusahaan yang mengeluarkan mata uang itu. Dalam masalah ini, faktor esensial cryptocurrency lebih tergantung pada whitepaper (serupa prospektus), keamanan asset crypto itu dan siapa beberapa orang yang mengeluarkan mata uang digital itu.

4. Fluktuasi harga (volatilitas)

Harga asset crypto lebih naik-turun dibanding saham. Ini karena tidak ada kewenangan khusus yang dapat batasi peningkatan atau pengurangan harga mata uang ini. Beda hal dengan saham.
Saham diatur oleh Bursa Dampak Indonesia. Untuk jaga pasar modal yang terbuka, efisien dan jauh dari perlakuan manipulasi, BEI batasi tingkat peningkatan dan pengurangan harga saham dalam Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB).

Perdagangan beberapa saham yang seringkali hampir tembus ARA dan ARB dapat dihentikan sementara (suspensi saham) karena diperkirakan ada unusual pasar activity (UMA). Dengan begitu investor dan trader saham dapat semakin terlindung.

5. Efek

Tidak ada instansi yang betul-betul dapat atur, tidak ada real asset yang dapat menjadi agunan jika perusahaan tidak untung dan fluktuasi harga yang tajam dalam asset crypto membuat resiko melakukan investasi pada mata uang digital ini semakin besar dibanding investasi saham.

Pada saham, ada proses ARA dan ARB yang menahan harga terjun terlampau tajam ada pula asset yang siap dibagi ke investor jika perusahaan bangkrut. Saham sebagai instrument investasi yang syah di Indonesia.

6. Jam perdagangan dan platform trading

Perdagangan saham terbatasi oleh jam perdagangan yang dalam kasus Bursa Dampak Indonesia disebutkan dengan Jakarta Automated Trading Sistem (JATS). Jam membuka BEI ialah jam 9.00 pagi sampai jam 16.00.

Ini karena walau sekarang ini perdagangan saham telah ditolong dengan mesin dan internet, masih tetap ada orang yang atur mesin dan internet itu dan orang itu perlu istirahat dan lakukan aktivitas lain.

Anda bisa berdagang saham di bursa luar negeri seperti NYSE atau KRX hingga dapat trading saham pada malam hari, tetapi untuk melakukan Anda harus mempunyai rekening dampak di perusahaan sekuritas luar negeri dan pahami ketentuan dagang saham di negara itu.

Adapun cryptocurrency dapat diperjualbelikan 24 jam non-stop. Ini dikarenakan oleh tidak ada perusahaan crypto exchange yang terbatasi negara. Basis crypto exchange seperti Gemini, FTX dan yang lain dapat bekerja 24 jam non-stop.

Untuk beli asset crypto, Anda pun tak perlu mempunyai rekening di perusahaan luar negeri. Anda cukup mempunyai crypto wallet dan memakai jasa service perusahaan trading atau crypto exchange dalam negeri seperti, Zipmex, Tokocrypto, Indodax atau Pluang. Tetapi yakinkan jika basis trading crypto yang Anda pakai telah mempunyai lisensi dari BAPPEBTI ya.

Lebih Baik Investasi di Saham atau Crypto?

Lalu, mana yang lebih bagus? Trading saham atau trading crypto? Jawabnya ialah bergantung dengan opsi resiko yang Anda punyai. Bila Anda ialah type investor dengan toleran resiko menengah sampai tinggi, karena itu saham ialah instrument investasi yang pas untuk Anda. Namun, jika opsi resiko investasi Anda dari tinggi sampai sangat tinggi, karena itu trading crypto pas untuk Anda.

Selainnya opsi resiko, Anda pun perlu menimbang waktu trading. Jika Anda dapat mengelola waktu di antara trading dan aktivitas yang lain secara baik, kemungkinan trading crypto pas untuk Anda. Namun, jika kemampuan time manajemen Anda masih perlu diperbarui, seharusnya Anda pilih trading saham.

Alasannya ialah, baik trading saham atau trading crypto memerlukan analitis tehnis yang mendalam. Tetapi, trading saham terbatasi waktu sesuai jam membuka bursa berkaitan sementara trading crypto tidak. Tanpa management saat yang baik, bisa saja Anda tidak mendapatkan keuntungan justru rugi karena stress trading sementara aktivitas setiap hari yang lain terganggu.

 

Itulah pembahasan Apakabarjabar kali ini membahas artikel berjudul “Berbeda, Saham Vs Crypto Manakah yang Lebih Cuan ?” Baca artikel menarik lainnya di Apakabarjabar.com, nantikan update berita lainnya ya. Sampai jumpa di publikasi atau artikel lainnya.

Terimakasih Sudah Berkunjung di Apakabarjabar.Com

Leave a Comment