Fintech : Apa yang dimaksud January Efek Trading Saham dan Crypto? – Apakabarjabar.com

Apa yang dimaksud January Efek Trading Saham dan Crypto?

Pada post Kali ini ApakabarJabar akan membahas artikel yang berjudul “Apa yang dimaksud January Efek Trading Saham dan Crypto?”
Selamat membaca dan semoga bermanfaat

January Efek adalah istilah yang kenal kembali untuk beberapa investor dan trader. Artikel ini akan kupas komplet mengenai apa itu January Efek dan beberapa faktor yang mengakibatkan berlangsungnya January Efek. Baca secara lengkap berikut ini!

Apa itu January Efek?

Di dunia trading dan investasi, January Efek ialah peristiwa peningkatan angin-anginan harga saham sejauh bulan Januari yang umumnya didului oleh pengurangan harga sepanjang bulan Desember.

Sebuah riset memperlihatkan jika semenjak tahun 1938, saham punya 500 perusahaan bermodal besar yang tercatat dalam S&P 500 selalu alami kenaikan harga saham sampai rerata sebesar 20% sejauh bulan Januari sampai Februari. Trend January Efek pertama kalinya dilihat oleh Sidney Wachtel, seorang bankir investasi, di tahun 1942.

Hal ini disokong oleh riset yang lain mengutarakan jika semenjak tahun 1904 sampai 1974, rerata tingkat pengembalian saham sepanjang bulan Januari alami kenaikan sampai 5 kali lipat dari bulan-bulan yang lain.

Salomon Smith Barney, sebuah seksi bank investasi dari CitiGroup, lakukan analitis pada performa saham di antara tahun 1972 sampai 2002 dan mendapati hasil menarik jika saham berkapitalisasi kecil melampaui saham berkapitalisasi besar sepanjang bulan Januari.

Di saat ini, pasar dapat semakin gampang menyesuaikan pada keinginan saham. Ini diprediksi jadi argumen peningkatan harga saham jadi tidak sebesar di awal era ke-20. Beberapa ekonom mengutarakan jika January Efek pada saat ini lebih detil dirasa oleh sejumlah kecil bidang industri.

Apa Pemicu Berlangsungnya January Efek?

Berlangsungnya January Efek bisa disebabkan karena beragam factor, salah satunya:

Tax-Loss Selling atau Tax-Loss Harvesting

Beberapa ekonom sepakat jika pemicu khusus January Efek ialah tax-loss selling. Pada intinya, tax-loss harvesting atau tax-loss selling ialah taktik investasi yang diaplikasikan oleh beberapa investor dengan jual beberapa sekuritas mereka yang performnya tidak begitu baik dengan arah untuk kurangi nilai pengembalian modal (capital gain) pada tahun itu, sekalian kurangi kewajiban pajak dari investor berkaitan di bulan itu.

Bonus Akhir Tahun (Year-end Bonuses)

Beberapa perusahaan tawarkan ada bonus tahun akhir yang dikasih ke pegawai. Tambahan jumlah penghasilan ini menggerakkan makin bertambah orang untuk menambahkan pengeluaran mereka pada awal tahun, misalkan dengan beli pakaian, sepatu, atau aksesori baru.

Tetapi untuk beberapa investor, bonus tahun akhir sebagai sumber penghasilan untuk beli instrument investasi baru pada awal tahun kelak. Pertimbangan berikut yang sekalian jadi pemicu kenaikan jumlah keinginan saham pada awal tahun.

Resolusi Tahun Baru

Tahun baru jadi peristiwa penting yang mengisyaratkan diawalinya awalan yang baru. Oleh karenanya, tidaklah aneh bila beberapa orang bersama-sama untuk membikin resolusi awalnya tahun berkenaan beberapa hal apa yang ingin mereka raih pada tahun yang baru.

Sebagian orang jadikan kemauan untuk memulai terjun dan melakukan investasi sebagai resolusi tahun baru mereka. Tentu saja, implikasi resolusi ini ini didorong karena ada bonus tahun akhir yang mereka dapatkan dari perusahaan.

Pengaturan Ulangi Portofolio (Portfolio Rebalancing)

Paling akhir, beberapa pakar memercayai jika January Efek bisa ada karena tingkah beberapa manager portofolio yang lakukan pengaturan ulangi (window dressing) di antara bulan Desember dan Januari.

Ini dilaksanakan dengan jual beberapa saham beresiko tinggi yang dipunyai di bulan Desember untuk menghindar beberapa saham itu terdaftar dalam laporan tahunan mereka. Seterusnya, mereka akan beli kembali beberapa saham dengan kapitalisasi kecil itu di bulan Januari.

Bagaimana Dampak January Efek Pada Return Saham?

Mayoritas periset yakin jika January Efek punya pengaruh pada tingkat pengembalian (return) saham. Ini disokong oleh hasil riset pada January Efek yang terjadi di antara tahun 1970 sampai 1980-an.

Ritter dan Chopra (1989) mengatakan jika dampak January Efek pada return saham mayoritas disebabkan ada pengaturan ulangi portofolio investasi dengan menimbun saham dengan kapitalisasi kecil di bulan Januari.

Seperti kita kenali, saham berkapitalisasi kecil ialah tipe saham dengan tingkat gerakan harga yang memikat sekalian simpan kekuatan perkembangan yang hebat. Bahkan juga kadang, tingkat perkembangan saham dengan kapitalisasi kecil bisa saja melampaui tingkat perkembangan IHSG.

Apa January Efek Berlaku di Crypto?

Tidak ada riset sah berkenaan kehadiran January Efek di dunia crypto. Tetapi, dikutip dari Cointelegraph, harga bitcoin memang teramati selalu alami kenaikan di minggu awal bulan Januari, dengan detil:

2018: +18%

2019: +7%

2020: 13%

2021: 36%

Itulah keterangan berkenaan apakah itu January Efek di dunia saham dan crypto.

 

Itulah pembahasan Apakabarjabar kali ini membahas artikel berjudul “Apa yang dimaksud January Efek Trading Saham dan Crypto?” Baca artikel menarik lainnya di Apakabarjabar.com, nantikan update berita lainnya ya. Sampai jumpa di publikasi atau artikel lainnya.

Terimakasih Sudah Berkunjung di Apakabarjabar.Com

Originally posted 2022-09-20 03:50:25.

Leave a Comment