Fintech : Apa yang dimaksud Minted NFT? – Apakabarjabar.com

Apa yang dimaksud Minted NFT?

Pada post Kali ini ApakabarJabar akan membahas artikel yang berjudul “Apa yang dimaksud Minted NFT?”
Selamat membaca dan semoga bermanfaat

NFT atau token yang tidak bisa dipertukarkan akhir-akhir ini makin bertambah memancing ketertarikan investor dan kolektor digital. Mereka yang telah lama bergulat di dunia NFT tentunya kenal kembali dengan istilah minted NFT. Minted NFT ialah proses pembikinan NFT yang bisa dilaksanakan oleh siapapun. Apakah itu Minted NFT dan bagaimanakah cara melakukan? Baca keterangan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Apa itu Minted NFT?

Minted NFT ialah istilah pada dunia kripto yang dipakai untuk menyebutkan proses pembikinan atau pembuatan NFT. Sama dengan proses pembikinan kripto yang sudah dilakukan dengan proses pembuatan, minting crypto maknanya proses mengganti seni digital dan menambah NFT ke blockchain.

Andrey Sergenkov dari Coinmarketcap memiliki pendapat jika minted NFT ialah proses yang bisa dilaksanakan oleh tiap orang yang mempunyai ketrampilan computer dasar, pengetahuan akan tehnologi, dan mempunyai alat yang akurat.

Panduan dan Cara Minting NFT

Pakar piranti lunak untuk tehnologi blockchain, Gwyneth Iredale, mengutarakan jika ada banyak hal yang perlu diperhitungkan oleh praktisi kripto saat sebelum lakukan NFT minting, salah satunya yakni:

Penyeleksian Blockchain NFT

Saat memilih untuk lakukan minting crypto, maknanya kamu harus pastikan ongkosnya lebih dahulu. Pilih blockchain NFT yang memberikan dukungan transfer dan pemasaran NFT di blockchain lain agar mengirit ongkos pembuatan dan mengoptimalkan keuntungan yang didapat.

Sekarang ini, beberapa blockchain terkenal untuk minted NFT ialah Ethereum dan Binance Smart Chain. Ke-2 basis ini memberi feature dan service yang gampang dituruti oleh pemula.

Pada tengah Oktober tempo hari, Tom Farren dari Cointelegraph memberikan laporan jika marketplace NFT, Rarible, barusan mengeluarkan feature namanya “lazy minting” yang memungkinkannya pemakai untuk membikin NFT dengan gratis. Mekanismenya ialah, ongkos NFT tak perlu dibayarkan dari muka karena NFT cuma akan diciptakan jika terjadi pembelian dan gas fee akan ditanggung ke konsumen.

Penyeleksian Marketplace NFT

Pemakai harus pilih marketplace NFT yang pas saat sebelum lakukan minted NFT. Beberapa website yang bisa dipakai untuk minting di blockchain Ethereum ialah OpenSea, Rarible, dan Mintable. Dalam pada itu, untuk minting di blockchain Binance Smart Chain, beberapa marketplace NFT yang ada sekarang ini ialah BakerySwap, Juggerworld, dan Treasureland.

Bagaimana Langkah Minting NFT?

Saat mengulas apakah itu minting crypto, maknanya kita jangan melewati detil berkenaan proses atau langkah kerja minting NFT. Berikut kami uraikan singkat berkenaan langkah kerja minting NFT dengan Web3.js dan OpenSea.

Minting NFT dengan Web3.js

Berdasar data dari Rarible Analytics, range gas fee untuk cetak satu token ERC-721 ialah 0,022 ETH atau sama dengan $82,26. Bila kegiatan di jaringan sedang tinggi, ongkos gas diprediksikan dapat naik sampai beberapa ratus dolar.

Tom Farren menyebutkan jika beban gas fee yang tinggi untuk minted NFT menjadi satu diantara argumen kenapa beberapa investor memutuskan untuk berpindah ke jaringan alternative seperti Solana atau Web3.js.

Tetapi sayang, proses minting NFT dengan Web3.js relatif cukup kompleks, hingga condong tidak pas untuk dilaksanakan pemula. Beberapa developer yang lakukan minted NFT dengan Web3.js harus memasang Web3 lebih dahulu, selanjutnya membuat file pemrograman Mint-NFT.js, dan memperoleh kontrak ABI (Application Binary Interface).

Kemudian, mereka akan lakukan komposisi metadata NFT dengan prosedur IPFS (Interplanetary File Sistem) yang berperan simpan dan membagi data seperti nama, gambar, atribut, dan deskripsi NFT ke jaringan terdesentralisasi. Seterusnya, developer akan membuat code kontrak dan tanda-tangani transaksi bisnis.

Minting NFT dengan OpenSea

OpenSea ialah salah marketplace NFT pertama dan paling besar di dunia. Basis ini terdaftar mempunyai lebih dari 263.000 pemakai unik sepanjang bulan Oktober 2021 dengan keseluruhan volume transaksi bisnis capai lebih dari $3 miliar. Tingginya volume transaksi bisnis dan keringanan prosesnya membuat basis ini disukai banyak praktisi kripto untuk minting NFT, terutamanya beberapa pemula.

Dikutip dari situs Decrypt, berikut langkah minting nft di OpenSea yang cukuplah sederhana dan dapat dilaksanakan siapapun.

Membuat Dompet Kripto

Agar bisa lakukan minting crypto, maknanya pemakai harus punyai account di basis transisi kripto lebih dulu. Kamu dapat membuat account di basis transisi kripto seperti Pintu, Coinbase atau Kraken. Pintu sendiri memberikan fasilitas kamu untuk beli kripto dimulai dari Rp11.000 saja.

Beli ETH

OpenSea dibuat pada pangkalan jaringan Ethereum, hingga pemakai perlu mata uang asli dari jaringan itu untuk lakukan minting NFT. Gas fee di blockchain Ethereum sekitar dari $30-$300. Dengan menimbang potongan gas fee itu, Kamu dapat memprediksi sendiri jumlah ETH yang ingin dibeli.

Mengirimi ETH ke Dompet Kripto

Pemakai bisa mentransfer ETH ke dompet kripto yang bisa tersambung dengan OpenSea, misalnya Metamask. Kemudian, sinkronisasikan dompet kripto itu dengan account OpenSea punyamu.

 

Itulah pembahasan Apakabarjabar kali ini membahas artikel berjudul “Apa yang dimaksud Minted NFT?” Baca artikel menarik lainnya di Apakabarjabar.com, nantikan update berita lainnya ya. Sampai jumpa di publikasi atau artikel lainnya.

Terimakasih Sudah Berkunjung di Apakabarjabar.Com

Originally posted 2022-09-20 01:47:13.

Leave a Comment