Mantan Tentara Banting Setir Jadi “Pelatih Perang” League of Legends – Apakabarjabar.com

Mantan Tentara Banting Setir Jadi “Pelatih Perang” League of Legends

Pada post Kali ini ApakabarJabar akan membahas artikel yang berjudul “Mantan Tentara Banting Setir Jadi “Pelatih Perang” League of Legends”
Selamat membaca dan semoga bermanfaat

Apakabarjabar.com, Jakarta – Seorang mantan tentara bernama Mark Neace menjadi pelatih game League of Legends. Sebagai seorang pensiunan tentara, Neace mengajarkan atlet e-sport memainkan salah satu game tembak-tembakan paling pupuler di dunia itu.

Neace, seorang mantan sersan Intelijen di Angkatan Darat, mengantongi banyak cuan sebagai mentor game. Ia meraup USD 700 ribu dari mengajar game League of Legends.

League of Legends adalah permainan paling populer tingkat kompetisi di seluruh dunia. Apalagi, sekarang E-sports sudah dipertandingkan sebagai salah satu cabor di perhelatan sekelas Olimpiade.

Di lain sisi, jumlah pelatih E-sports masih sedikit. Neace, yang kini berusia 33 tahun, pun mengambil peluang itu. Tahun lalu, sebagai mentor, ia meraup USD 700 ribu.

BACA JUGA:

“Saya termasuk pelatih video game pertama. Saya tidak butuh perjuangan untuk mendapat klien,” katanya, Apakabarjabar.com kutip dari New York Post, Minggu (24/7/2022).

Menurut mantan prajurit yang sempat bertugas di Afghanistan selama empat tahun berkarier di militer, menjadi pelatih League of Legends sangat menggiurkan.

Menerima bayaran USD250 hingga USD 300 untuk sesi online 90 menit, Neace melatih lebih dari 1.000 klien per tahun, termasuk pemain pro 49ers Kalia Davis.

“Saya juga melatih pendiri Glassdoor, Robert Hohman, dan YouTuber populer sekaligus gamer kelas dunia Richard Blevins atau dikenal sebagai Ninja,” tambahnya.

Neace terobsesi dengan permainan ketika sang ayah mengizinkan bermain Command and Conquer, game strategi militer. Ia akhirnya sangat menguasai permainan.

Selama sekolah menengah, Neace menyelinap ke kontes Halo 2 di University of Maine, bertindak sebagai anggota tim. Tim Neace pun berhasil menyabet juara perama.

Mereka berhak mendapatkan hadiah sebesar USD 100. Namun, para juri menemukan fakta bahwa Neace sebenarnya bukan seorang mahasiswa di University of Maine.

Pada 2010, kala berusia 21 tahun, ia mendaftar di Angkatan Darat AS. Di Brigade Stryker ke-3, Divisi Infanteri ke-2, ia bertugas menyisir data dan mempersiapkan tentara.

BACA JUGA:

Ia bertanggung jawab mengatur cara bertempur. Kendati tidak pernah ikut perang, pekerjaan Neace secara langsung memengaruhi kehidupan rekan-rekan prajuritnya.

Perjalanan Neace untuk menjadi pelatih game yang sukses adalah kerja keras selama 10 tahun. Ia sempat mengarungi masa-masa sulit finansial dan hidup penuh prihatin.

Sang istri mendorongnya untuk punya situs sendiri. Awalnya, ia mendapat pemasukan USD 100 dari sesi pelatihan. Kini, ia menjadi mentor berkelas dengan bayaran mahal. [SN/HBS]

 

 

Itulah pembahasan Apakabarjabar kali ini membahas artikel berjudul “Mantan Tentara Banting Setir Jadi “Pelatih Perang” League of Legends” Baca artikel menarik lainnya di Apakabarjabar.com, nantikan update berita lainnya ya. Sampai jumpa di publikasi atau artikel lainnya.

Terimakasih Sudah Berkunjung di Apakabarjabar.Com

Originally posted 2022-09-20 00:45:46.

Leave a Comment