Paling Parah Kecamatan Telukjambe Barat, Banjir Kabupaten Karawang Masih Rendan 4 Kecamatan

Avatar photo

- Pewarta

Senin, 8 Januari 2024 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banjir masih merendam 4 kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (Dok. BPBD Kabupaten Karawang)

Banjir masih merendam 4 kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (Dok. BPBD Kabupaten Karawang)

APAKABARJABAR.COM – Hingga saat ini, banjir masih merendam 4 kecamatan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 087815557788.

Akibatnya, sebanyak 2.298 jiwa dari 778 kepala keluarga terdampak karena permukimannya terendam banjir

Banjir disebabkan oleh meluapnya air dari aliran sungai Cibeet.

Banjir tersebut juga merendam 7 unit fasilitas ibadah dan 3 unit fasilitas pendidikan dengan ketinggian muka air mulai dari 30 cm hingga 130 cm.

Banjir yang terjadi di Kabupaten Karawang diawali karena hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak 1 Januari 2024.

Baik di Karawang maupun di wilayah hulu seperti Bandung dan Purwakarta serta Cianjur dan Bogor.

Hal tersebut kemudian menyebabkan meluapnya air di aliran sungai Cibeet, Citarum, dan Cidawolong hingga merendam permukiman warga di 5 desa dari 4 kecamatan.

“Memang dari awal tahun (intensitas) hujan cukup tinggi di Karawang dan wilayah hulu sehingga debit air jadi tinggi.

Kemudian meluap ke permukiman warga di Kecamatan Telukjambe Barat, Karawang Barat, Telukjambe Timur, dan Kecamatan Rawamerta.

Tapi paling besar dampaknya itu di Desa Karangligar dan Mekarmulya di Kecamatan Telukjambe Barat,” ujar Fery saat dihubungi, Minggu (7/1/2024).

Fery adalah Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang

Fery mengatakan, eskalasi banjir bisa terus bertambah dikarenakan sejumlah faktor.

Mulai dari faktor cuaca dan faktor topografi di wilayah Karawang khususnya daerah aliran sungai yang lebih rendah dan cenderung melengkung.

Bencana banjir akibat luapan air sungai tersebut diakuinya peristiwa yang kerap kali terulang setiap tahun.

Untuk itu, pihaknya mengaku perlu langkah teknis yang tepat dalam mencari solusi dari permasalahan tersebut.

“Jadi karena kiriman dari hulu, kalau Citarum itu dari Bandung dan Purwakarta tapi kalau sungai Cibeet itu di Cianjur dan Bogor.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Tapi juga karena kondisi daerahnya yang mencekung yang membuat potensi banjir itu makin besar dengan terjadinya back water,” ungkap Fery.

Fery menjelaskan, pihaknya bersama Bupati dan Kepala BBWS (Badan Besar Wilayah Sungai) Citarum, dan Kedeputian Bidang Kedaruratan BNPB akan menggelar rapat koordinasi esok hari (8/1/2024).

Guna mencari solusi menangani banjir tersebut dari sisi teknis.

“Jadi harus ada penanganan teknis dari sisi sungai maka itu akan dilaksanakan rapat koordinasi dari tindak lanjut kunjungan hari ini,” tambah Fery.

Sementara itu, penanganan pengungsi juga sudah dilakukan oleh BPBD dengan mendirikan pengungsian yang terletak di tiga lokasi.

Yakni Aula Desa Karangligar, gedung sekolah PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), dan Kantor Dusun Kampek lengkap dengan dapur umum dan pos pelayanan kesehatan.

“Pengungsian ada tiga lokasi, sejak air mulai merendam permukiman kita sudah dirikan pengungsian.”

“Saat ini dengan adanya dukungan dari Kedeputian Bidang Penanganan Darurat BNPB kami akan distribusikan bantuan ke masyarakat terdampak,” sambung Fery. ***

Berita Terkait

Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Berdasarkan Poster Viral
TKDN RSPPN Soedirman Capai 70 Persen, Presiden Jokowi Sebut Bantu Percepatan Ekonomi Nasional
Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024
Tuai Pujian Warganet, Aksi Sigap Mayor Teddy Bantu Pendukung Prabowo – Gibran yang Pingsan di GBK
Kapolda Banten Pastikan Lokasi Penempatan Gudang Logistik Pemilu Memenuhi Kelayakan untuk Digunakan
Jokowi Berikan Wewenang dan Tanggungjawab Menko Polhukam kepada Tito Karnavian Sebagai Pejabat Sementara
VIDEO – Prabowo dan Mentan Amran Bagikan Bantuan Ternak hingga Benih untuk Petani dan Peternak Sumedang
Puluhan Ribu Petani dan Peternak Antusias Sambut Menhan Prabowo Subianto di Sumedang, Jawa Barat
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Rabu, 21 Februari 2024 - 10:58 WIB

Daftar Lengkap Susunan Kabinet Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka, Berdasarkan Poster Viral

Selasa, 20 Februari 2024 - 13:22 WIB

TKDN RSPPN Soedirman Capai 70 Persen, Presiden Jokowi Sebut Bantu Percepatan Ekonomi Nasional

Jumat, 16 Februari 2024 - 18:45 WIB

Jasasiaranpers.com Mengucapkan Selamat dan Sukses kepada Pasangan Prabowo – Gibran di Pemilu 2024

Rabu, 7 Februari 2024 - 09:38 WIB

Kapolda Banten Pastikan Lokasi Penempatan Gudang Logistik Pemilu Memenuhi Kelayakan untuk Digunakan

Sabtu, 3 Februari 2024 - 08:48 WIB

Jokowi Berikan Wewenang dan Tanggungjawab Menko Polhukam kepada Tito Karnavian Sebagai Pejabat Sementara

Rabu, 31 Januari 2024 - 10:19 WIB

VIDEO – Prabowo dan Mentan Amran Bagikan Bantuan Ternak hingga Benih untuk Petani dan Peternak Sumedang

Rabu, 31 Januari 2024 - 07:39 WIB

Puluhan Ribu Petani dan Peternak Antusias Sambut Menhan Prabowo Subianto di Sumedang, Jawa Barat

Selasa, 30 Januari 2024 - 15:02 WIB

Polisi Tangkap Pelaku di Bekasi, Tipu Wanita Malam di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Yogyakarta

Berita Terbaru